Abstrak
Kebijakan pengembangan ponkesdes ini bertujuan untuk mendekatkan
pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat sampai ke tingkat desa.
Ponkesdes akan menjadi bagian dari jaringan pelayanan kesehatan dasar
bagi masyarakat dalam koordinasi puskesmas dan atau puskesmas
pembantu (pustu) yang dikelola oleh bidan dengan bantuan tenaga perawat
untuk menangani berbagai masalah kesehatan dasar yang dihadapi oleh
masyarakat desa. Pengembangan polindes menjadi poskesdes menurut
Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2010 tentang Pondok Kesehatan Desa
di Jawa Timur sampai akhir tahun 2011 telah dikembangkan sebanyak 2.334
ponkesdes. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan
menggunakan analisis kualitatif yang ditunjang dengan data kuantitatif.
Rancangan penelitian ini adalah penelitian evaluatif, yang berupaya
menganalisis kualitas pelayanan ponkesdes dengan mengidentifikasi dan
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan tersebut,
sehingga
dapat
dirumuskan
dan direkomendasikan strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ponkesdes di Jawa Timur.
Hasil analisis kualitas pelayanan kesehatan dasar oleh ponkesdes yang
menjadi obyek penelitian berdasarkan tingkat kepuasan responden dengan
menggunakan 5 (lima) indikator yang dikedepankan oleh Parasuraman,
yakni: bukti langsung (tangibles); kehandalan (reliability); daya tanggap
(responsiveness); jaminan (assurance); dan empati (emphaty) menunjukkan
bahwa kualitas pelayanan ponkesdes secara umum sudah diapresiasi cukup
baik, meski dari sisi prasarana pelayanan, sarana pelayanan, dan kualitas
SDM masih belum memadai. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan dasar oleh ponkesdes ke depan, maka hasil penelitian ini
merekomendasikan strategi peningkatan prasarana dan sarana pelayanan
secara kuantitas maupun kualitas termasuk biaya operasional, serta
peningkatan kualitas tenaga SDM pelayanan.