Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1). faktor-faktor apa saja yang menjadi
penyebab meningkatkanya perilaku seks bebas di kalangan generasi muda di Jawa
Timur, (2). Bagaimana dampak dari meningkatnya perilaku seks bebas kalangan
generasi muda serta kaitanya dengan meningkatnya praktik prostitusi di Jawa
Timur, (3). Bagaimana kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam
mencegah meningkatnya perilaku seks bebas & prostitusi di kalangan generasi
muda di Jawa Timur. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat banyak sekali
dampak negatif dari perilaku seks bebas di kalangan generasi muda ini, terutama
adalah kehamilan di luar nikah dan pernikahan yang dipaksakan. Sebagian kasus
pernikahan karena kejadian kehamilan di luar nikah menunjukan bahwa
pernikahan tersebut tidak dicatatkan secara legal di Pengadilan Agama, akan
tetapi sebagian masyarakat lebih berpreferensi menikah-kan secara “siri”.
Sehingga tidak menjamin validitasnya, terutama berkenaan dengan bukti
perkawinan serta hak-hak legal bagi istri dan anak-anak. Hasil penelitian juga
menunjukan bahwa dampak pengaruh pernikahan akibat hamil di luar nikah ini
bagi pasangan muda meliputi isolasi diri, putus sekolah, dan perkawinan yang
goyah serta perceraian, sedangkan dampak bagi orang tua antara lain beban
keuangan dan beban perawatan cucu. Walaupun tidak selalu pararel, tetapi ada
indikasi bahwa pernikahan sebagai akibat kehamilan di luar nikah yang berakhir
dengan perceraian mendorong perempuan-perempuan muda ini lari dan
terjerumus kedalam dunia prostitusi. Putus sekolah, ketiadaan skill yang
dibutuhkan dunia kerja ditambah lagi terdapat stigma negatif dari masyarakat,
telah menunjukan bahwa keterlibatan anak-anak muda ini dalam dunia prostitusi
tidak semata-mata motif ekonomi saja, melainkan multifaktor yang kompleks dan
luas. Dengan demikian jelas bahwa fenomena sosial terkait meningkatnya
perilaku seks bebas dan prostitusi di kalangan generasi muda ini sesungguhnya
merupakan dampak dari mata rantai dari berbagai faktor, seperti faktor sosial,
ekonomi, budaya dan tentu saja politis. Sehingga apabila perhatian pemerintah
dan masyarakat pada soal-soal politik, kemiskinan, dan krisis ekonomi semata
yang relatif merupakan persoalan makro, niscaya tidak akan pernah lahir programprogram atau aksi nasional yang benar-benar serius, komprehensif dan
berkelanjutan terkait permasalahan meningkatnya perilaku seks bebas dan
prostitusi di kalangan generasi muda ini.