Abstrak
Integrasi pengembangan budi daya aneka tanaman pangan dengan sistem
agrosilvopastura dan agrosilvofishery digagas dalam rangka meningkatkan daya
dukung dan daya tampung lahan, meningkatkan produksi dan produktivitas lahan,
serta meningkatkan pendapatan petani, pekebun, peladang, peternak, dan/atau
pembudi daya ikan. Upaya peningkatan produktivitas lahan diperlukan agar
Masyarakat bisa mendapatkan hasil panen yang menguntungkan secara
berkesinambungan dengan model integrasi dalam bentuk tumpang sari dan/atau
tumpang sisip. Rumusan masalahnya: 1) bagaimana desain optimal sistem
agrosilvopastura dan agrosilvofishery yang sesuai dengan karakteristik ekosistem
lokal di Jawa Timur?; (2) jenis tanaman pangan, hijauan pakan ternak, dan jenis
ikan apa yang memiliki interaksi sinergis dalam sistem agrosilvopastura dan/atau
agrosilvofishery?; (3) bagaimana efektivitas sistem ini dalam meningkatkan
produktivitas lahan dan kesejahteraan petani, peternak, dan pembudi daya ikan?,
(4) apa saja tantangan implementasi sistem agrosilvopastura dan agrosilvofishery;
serta bagaimana strategi kebijakan yang dapat diterapkan untuk mendukung
pengembangannya? Terdapay 19 jenis tanaman: padi, jagung manis, ubi jalar
(cilembu dan gunung kawi), bentul mentega, satoimo, kacang hijau, kacang tanah,
tomat, terong, cabai, jahe, rumput odot, rumput gajah, dan rumput gajah ungu;
ditambah tanaman refugia kenikir, kemangi, sereh, dan bunga marigold, serta 2
jenis ikan: lele Mutiara dan nila Jatimbulan yang secara sinergi dapat dipanen dan
memberikan manfaat ekonomi langsung. Kesimpulan (1) desain optimal system
agrosilvopastura dan agrosilvofishery disesuaikan dengan tipologi lahan dan
ketersediaan sumber air dalam menentukan jenis komoditas yang dipilih untuk di
budi dayakan; (2) pilihan komoditas tanaman pangan dapat berupa integrasi
serealia, umbi, rimpang, dan hijauan pakan yang saling sinergis pertumbuhannya,
ditambah dengan tanaman refugia; (3) nilai efektifitas sistem agrosilvopastura dan
agrosilvofishery dalam meningkatkan produktivitas yang dihitung dengan B/C ratio
= 2.00; yang berarti sangat layak untuk dikembangkan dan direplikasi; dan (4)
tantangan utama implementasi adalah anomali cuaca, ketersediaan benih unggul,
dan sarana prasarana. Sinergi kebijakan terkait benih unggul bersertifikat;
ketersediaan pupuk tepat jenis, waktu, jumlah, dan kualitasnya; kebijakan harga
yang adil, dan jaminan perlindungan berusaha sangat diperlukan oleh Masyarakat
pem-budi daya. Integrasi pengembangan budi daya aneka tanaman pangan dengan
sistem agrosilvopastura dan agrosilvofishery ini memerlukan dukungan dari
berbagai pihak untuk dilanjutkan diikuti dengan program nyata yang dapat
diimplementasikan.