Abstrak
Pembangunan ekonomi lokal tidak dapat dilepaskan dari upaya
mendorong pengembangan tingkat desa dengan berbasis pada kearifan lokal,
potensi sumber daya dan keunikannya. Istilah Desa Inovasi adalah desa yang
mampu memanfaatkan sumber daya desanya dengan cara baru, mengacu pada
gagasan bahwa desa dalam kehidupannya harus selalu bergerak penuh dengan
inovasi-inovasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Menurut Dr.
Tatang A Taufik upaya pembangunan desa yang inovatif, inklusif dan
berkelanjutan dilakukan dengan penguasaan dan pemanfaatan ilmu
pengetahuan, teknologi dan inovasi (IPTEKIN) dengan sistem inovasi sebagai
vehicle nya yang melibatkan unsur pemerintah, pebisnis, akademisi dan
komunitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu suatu
penelitian kontekstual yang menjadikan manusia sebagai instrumen dan
disesuaikan dengan situasi yang wajar dalam kaitannya dengan pengumpulan
data yang pada umumnya bersifat kualitatif. Tujuan yang hendak didapat dari
kajian ini, adalah menganalisis arah kebijakan pemerintah daerah,
mengidentifikasi hambatan dan strategi pemerintah daerah dalam pelaksanaan
kebijakan pengembangan desa inovasi sektor pariwisata di Jawa Timur.
Kesimpulan dari penelitian ini antara lain pemerintah daerah mempunyai
kebijakan yang mengarah ke pengembangan pariwisata tetapi masih belum fokus
pada pengembangan desa inovasi sektor pariwisata, telah ada usaha untuk
membangun komitmen bersama dan memadukan langkah membangun
pariwisata khususnya mengembangkan desa wisata. Pengembangan sarana dan
prasarana (infrastruktur) pendukung investasi pariwisata walaupun dirasakan
masih belum optimal, pemantapan City Branding untuk mengantarkan
terwujudnya sentra pariwisata yang didukung oleh pengembangan agropolitan
modern, potensi Jawa Timur dalam hal pengembangan desa inovasi sektor
wisata di Jawa Timur cukup memadai meliputi wisata agro dan wisata bunga,
wisata alam, wisata budaya, wisata rekreasi, wisata minat khusus, wisata sejarah,
wisata religi, wisata ziarah maupun wisata kuliner. Rekomendasi yang diberikan
adalah pemerintah daerah harus lebih proaktif dalam peningkatan sumberdaya
pelaku desa wisata melalui kegiatan Capasity Building, penyusun dokumen
perencanaan pemerintah daerah hendaknya memasukan program desa inovasi
dalam hal ini sektor pariwisata supaya lebih terarah dalam melaksanakan
program dan kegiatan, membentuk suatu forum untuk mensinergikan semua
stakeholder serta perlu diselenggarakan atau digelar lomba desa inovasi sektor
pariwisata